Sabtu, 24 Agustus 2019

Benih dan Penyemaian

Cara Semai Bibit atau Benih Tanaman , merupakan tahap awal dari proses berkebun, menanam, bertani dan semacamnya adalah mempersiapkan bibit atau benih unggul untuk disemai. Bibit unggul namun perlakuan dalam menyemainya kurang bagus akan mengakibatkan hasil tanaman yang kurang bagus dari segi pertumbuhan maupun hasilnya.

Disini akan kami ulas cara semai bibit atau benih tanaman menggunakan media tanam rockwool untuk ditanam dengan sistem hidroponik. Cara Semai benih atau bibit tanaman dengan langkah-langkahnya serta tips untuk mempercepat semai

Berikut adalah cara semai bibit atau benih tanaman dengan media rockwool (gambar courtesy Mbak Fatmawat Auw):


  1. Siapkan media tanam Rockwool, potong-potong rockwool seperti tahu sumedang atau sekitar 2.5 x 2.5 x 2.5 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan Anda, untuk dipakai dinetpot, gelas bekas atau media lain. Kemudian basahi rockwool dengan air secukupnya, sekedar basah, jangan terlalu basah.
  2. Basahi semua rockwool yang akan digunakan sebagai media semai, media tanam tanaman dan letakkan di baki ataupun di gully semai dan susun rapi.
  3. Buatlah lubang di Rockwool menggunakan tusuk gigi atau paku atau tools lain atau silakan disesuaikan dengan kebutuhan atau besar benih tanaman.
  4. Siapkan benih yang akan ditanam secukupnya, ambil benih menggunakan tusuk gigi yang telah dibasahi atau memakai tools sesuai ketersediaan ditempat Anda
  5. Masukkan benih/bibit tanaman kedalam lubang yang telah dibuat di langkah (3) tadi, usahakan benih jangan terlalu dalam masuk ke dalam media tanam, cukup dipermukaan dan terkena basah untuk proses imbisisi. Usahakan penempatan benih sesuai serat rockwool, sehingga akar akan mudah mencari jalan
  6. Usahakan jumlah lubang semai disesuaikan dengan ukuran tanaman nanti jika dewasa. Misalkan untuk tanaman kangkung dan bayam, yang cenderung vertical pertumbuhannya, dalam satu rockwool bisa dibuat 4-6 lubang semai, untuk tanaman selada, sawi, pakcoy, siomak yang cenderung horisontal atau melebar pertumbuhannya, dalam satu rockwool cukup dibuat 1 lubang semai, ataupun tanaman dengan pertumbuhan berupa batang maupun tunas seperti cabe/cabai, paprika, tomat, seledri, parsley, strawberry, melon dan semangka cukup dibuat 1 lubang semai dalam satu rockwool.
  7. Simpan bibit benih tanaman yg sudah disemai ditempat yg sejuk (jauh dari sinar matahari), sekitar 1 – 4 hari akan terlihat benih pecah/sprout/tunas (ditandai warna putih), lama sproutnya benih tergantung jenis tanaman. Jika benih tanaman sudah sprout langsung pindah ke tempat yang mendapatakan sinar matahari minimal 6 jam sehari.
  8. Setelah benih tanaman muncul daun hijau sekitar 3 atau 4 daun, umumnya sekitar 10-14 hari dari semai benih tanaman bisa dipindahkan ke sistem hidroponik yg kita rencanakan.

Berikut beberapa tambahan tips sukses Cara Semai Bibit atau benih tanaman:
Untuk mempercepat atau merangsang sprout lebih cepat, bisa digunakan zat perangsang tumbuh (ZPT), Giberilin Acid (GA3) ataupun rendaman air bawang merah.
Saat semai sudah bisa digunakan nutrisi AB Mix dengan pekatan atau nilai ppm lebih rendah. misal pada masa pertumbuhan (vegetatif) tanaman membutuhkan nilai ppm sekitar 1000 ppm, maka saat semai gunakan ppm setengahnya atau sekitar 500 ppm
Semprot semaian menggunakan sprayer pagi dan sore untuk menjaga kelembaban dan mencegah kekeringan
Gunakan tutup plastik transparan atau UV, untuk menghindari rusaknya semaian saat musim hujan ataupun terkena terpaan angin besar.

Demikian Cara Semai benih atau bibit tanaman, Semoga Sukses, Semoga Barokah. 🙏

sumber : http://kebunhidroponik.net/blog/

Jumat, 23 Agustus 2019

Nutrisi Hidroponik AB Mix

Nutrisi Hidroponik merupakan pupuk Hidroponik yang mengandung semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang berupa :
Makro Element :  Nirogen (N), Kalsium (Ca), Fospor (F), Magnesium (Mg), Sulfur (S).
Mikro Element :  Besi (Fe), Boron (B), Mangan (Mn), Kopper (Cu), Malibdenum (NaMo). Adapun H, C dan O didapat dari Udara dan Air

Nutrisi Hidroponik yang beredar dipasaran terdiri dari Larutan Stok A dan Larutan Stok B, atau biasa disebut Larutan AB Mix (dijual sudah dalam satu paket A dan B). Dari kegunaannya Nutrisi Hidroponik AB Mix dibedakan menjadi Nutrisi Hidroponik Umum dan Nutrisi Hidroponik Khusus.

Nutrisi Hidroponik Umum 
Dibuat untuk dapat digunakan pada seluruh jenis tanaman. Di pasaran Nutrisi Hidroponik Umum terbagi menjadi dua, yang pertama Nutrisi AB Mix Sayur (untuk berbagai jenis sayuran seperti sawi, pakcoy, kangkung, bayam, kailan, selada, dll) dan yang kedua adalah Nurisi AB Mix Buah (untuk berbagai tanaman buah seperti cabe/lombok, tomat, dll)

Nurisi Hidroponik Khusus 
Dibuat khusus untuk tanaman tertentu (namun terkadang bisa juga dipergunakan tanaman jenis lainya). Semisal Nutrisi AB Mix Cabe (untuk tanaman cabe), Nutrisi AB Mix Tomat (untuk tomat), Nutrisi AB Mix Pakcoy (untuk tanaman pakcoy), dll.

Contoh produk pupuk/nutrisi AB Mix dipasaran yang banyak dijual adalah Goodplant, Hidro J, dan pupuk paketan buatan kelompok atau grup hidroponik di Indonesia serta nutrisi hidroponik buatan Fakultas Pertanian Universitas didaerah masing-masing.

Pupuk AB – MIX diformulasikan khusus untuk Hidroponik, menggunakan bahan bermutu yang larut 100% dalam air. Mengandung unsur-unsur makro serta unsur-unsur mikro yang baik untuk tanaman.

Cara Membuat Larutan Stok AB mix 500 mL:
  1. Siapkan 2 gelas ukur minimal 500 mL
  2. AB mix dibuka dengan gunting, isi dua bungkus, A & B
  3. Isi gelas ukur dengan air setengah penuh (jangan langsung 500 ml)
  4. Masukkan isi bungkus A ke gelas ukur A
  5. Masukkan isi bungkus B ke gelas ukur B
  6. Aduklah masing-masing wadah hingga tercampur semua
  7. Penuhi masing-masing gelas sampai penuh 500 mL
  8. Simpan masing-masing larutan stok, dalam wadah terpisah bisa gunakan botol air mineral
  9. Simpanlah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung
  10. AB mix siap digunakan, 500 mL bisa Menjadi Larutan Siap Pakai 100 liter


WARNING : Jangan sekali-kali menggabungkan kedua larutan ini karena dapat menyebabkan pengendapan/mengkristal dan tidak dapat digunakan

Cara penggunaan/Pengaplikasian Larutan :
Masukan 5 ml larutan A kedalalam 1 liter Air (aduk hingga rata), Tambahkan 5 ml larutan B (aduk hingga rata)

Catatan : Jangan sekali-kali langsung menggabungkan larutan A dengan larutan B karena dapat menyebabkan pengendapan/pengkristalan. Ikuti langkah diatas!!! campurkan dulu larutan A dengan air, aduk hingga rata lalu baru masukan larutan B dan aduk hingga rata. Larutan sudah siap untuk digunakan pada tanaman.


Sumber : Aplikasi Belajar Hidroponik

Kamis, 22 Agustus 2019

Jenis Bahan Fertigasi Hidroponik

Pemilihan bahan pada sistem fertigasi hidroponik adalah hal yang sangat penting karena menyangkut budget yang disediakan hal inipun juga berpengaruh pada tujuan dalam berhidroponik apakah hanya untuk skala rumah tangga/konsumsi sendiri, sekedar untuk hobi, atau skala industri.
Dibawah ini ada beberapa bahan untuk sistem fertigasi hidroponik yang dapat anda pilih sesuai dengan skala kebutuhan dan ketersediaan budget :

1. Pipa Paralon
Pipa paralon merupakan bahan bangunan yang paling banyak digunakan untuk sistem hidroponik karena mudah didapatkan ditoko bangunan lingkungan sekitar rumah anda, biasanya ukuran pipa PVC yang digunakan antara 1/2 - 3 inchi namun kami sarankan menggunakan pipa 2,5 inchi karena cukup baik dan sesuai dengan tinggi netpot, pipa PVC yang digunakan sebaiknya yang kualitasnya baik jangan yang terlalu murah dan jangan pula yang bermerk yang harganya mahal.

Berikut ini ukuran pipa dan kegunaannya dalam berhidroponik :

  • Pipa 1/2 inchi digunakan untuk sambungan pompa aquarium
  • Pipa 1 inchi digunakan untuk rangka sistem dan juga sebagai pipa pembagi air pada selang HDPE
  • Pipa 2 inchi digunakan sebagai gully hidroponik (tidak disarankan untuk tanaman lebar)
  • Pipa 2,5 inchi digunakan sebagai gully hidroponik (sangat disarankan)
  • Pipa 3 inchi digunakan sebagai gully hidroponik (hanya opsi jika pipa 2,5 ichi tidak ada)
  • Pipa paralon umumnya digunakan untuk membuat sistem hidroponik NFT dan DFT, namun lebih cocok digunakan dalam sistem DFT.


2. Talang Air
Sama dengan pipa paralon, talang air juga dapat anda beli di toko bangunan terdekat dirumah anda, bentuknya yang kotak memanjang sangat bagus digunakan untuk sistem hidroponik NFT, sebelum digunakan talang air ini harus kita modifikasi dulu dengan memotong seperempat bagian atas sisinya untuk dilem sebagai tempat menaruh lembaran potongan talang untuk lubang netpot namun ada juga yang langsung tanpa dipotong yang kemudian diselipkan lembaran sterofoam.
Untuk skala industri talang air banyak digunakan karena lebih rapih dan kuat dalam pemeliharaanya disamping itu bisa digunakan menanam tanaman tanpa menggunakan netpot jadi bisa lebih hemat biaya, talang air bisa digunakan mulai dari proses pembibitan sampai fase produksi tanaman besar tergantung jarak antar lubang netpotnya. Ada banyak video tutorial yang mengulas pembuatan gully dari talang air ini silahkan anda bisa cari untuk menambah referensi dalam membuat sistem hidroponik.

3. Asbes
Siapa sangka asbes dapat digunakan untuk membuat bed hidroponik, harganya yang hampir sama dengan satu pipa paralon ini bisa dibuat untuk sistem NFT dengan banyak lubang, dalam skala industri asbes menjadi pilihan utama dalam penanaman hidroponik, selain mudah dalam pengaplikasian asbes juga relatif kuat dan tahan lama tentunya sangat menghemat budget anda.
Selain dilapisi plastik dalam sistem ini dibutuhkan juga lembaran impraboard atau GRC atau juga bisa menggunakan triplek, atau bisa juga lembaran 2 asbes diatasnya untuk penyangga lapisan atas bed yang juga kita lubangi untuk dimasukan bibit tanaman yang siap tanam, bisa juga dengan modifikasi netpot dari pipa cocok sekali digabungkan dengan sistem ini. 

4. Kabel Duct
Bahan fertigasi dengan menggunakan kabel duct adalah bahan yang sangat istimewa selain rapi, mudah dipasang, juga elegan dan terlihat indah dipandang namun dengan harga yang lumayan expensive. Bentuk kabel ducting ada yang kotak dan segi tiga terpotong, kabel duct tidak perlu modifikasi lagi karena sudah langsung ada penutupnya, biasanya kabel duct digunakan untuk sistem NFT dan sangat cocok untuk hidroponik penghias sudut taman rumah anda.

5. Baskom Kotak
Bahan ini paling sering digunakan dalam sistem wick atau sistem sumbu, sistem ini merupakan sistem yang paling sederhana dan paling mudah dalam berhidroponik, Carilah baskom kotak dengan ukuran yang paling besar dengan tinggi sekitar 20-25 cm, untuk peletakan netpotnya bisa menggunakan impraboard atau triplek yang dilapisi alumunium foil agar tidak basah terkena air.

Sistem wick dengan baskom kotak lebih baik disarankan menggunakan aerator untuk memaksimalkan oksigen dalam air serta sebagai pengaduk nutrisi agar tercampur merata ke semua bagian baskom. Hasil akan berbeda jika kita tidak menggunakan aerator, tanaman akan lambat perkembanganya dibanding dengan menggunakan aerator.

6. Botol Bekas
Siapa bilang memulai hidroponik mahal? Kita bisa mengatasai keterbatasan dana dengan memanfaatkan limbah atau barang bekas, misalnya botol air mineral, kaleng cat, bambu dsb.
Selain bisa mengurangi polusi limbah, juga bisa menghasilkan. Dan kita bisa mengkreasikan sesuai dana dan keinginan kita. Untuk menghindari tumbuhnya lumut, botol sebaiknya di cat, warna sesuai selera masing-masing.




Sumber : dari berbagai sumber

Selasa, 20 Agustus 2019

Media Tanam Hidroponik

Media tanam dalam sistem hidroponik digunakan sebagai tempat tumbuhnya akar tanaman serta untuk menyangga tanaman agar tanaman menjadi tegak dan kokoh, di Indonesia dikenal beberapa media tanam hidroponik yang umum digunakan seperti Arang sekam, Rockwool, Cocopeat, Spoons/Busa, Perlite, Hidroton, Vermiculite, dan masih banyak lagi media tanam yang bisa dimanfaatkan seperti serbuk kayu/gergaji, pasir, kerikil, pecahan genteng/batu bata, pecahan karang, dll yang bisa kita dapatkan dilingkungan sekitar kita tinggal kita sesuaikan dengan kebutuhan tanaman hidroponiknya.

Berikut ini beberapa media tanam hidroponik yang populer digunakan :

1. Arang sekam

Penggunaan arang sekam sudah banyak digunakan Indonesia karena bahan baku ampas/kulit padi yang sudah di oven atau dibakar ini mudah di dapatkan, kita juga bisa membuatnya sendiri lho pasti banyak di tempat penggilingan padi, arang sekam mampu memberikan hasil terbaik untuk memperoduksi sayur mayur dan pembibitan bermacam tanaman.




2. Rockwool
Rockwool atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6-10 mikromoter.
Rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman. Rockwool paling banyak digunakan dalam sistem hidroponik karena penggunaanya yang mudah dan harganya relatif murah Rp.60 ribu/slab dengan rockwool kita bisa menanam bibit mulai dari persemaian hingga panen jadi tidak perlu dipindahkan ke media tanam lain.

3. Cocopeat/Olahan Sabut kelapa

Cocopeat merupakan media tanam organik yang sangat baik karena memiliki kemampuan menyerap air yang bagus tentunya baik untuk perkembangan tanaman, olahan sabut kelapa ini sudah diproses sehingga berbentuk padatan, harganya relatif murah dan bisa kita dapatkan di toko pertanian atau juga bisa belanja online.





4. Spons/Busa
Mungkin semua sudah tau apa itu spoon/busa, bahan ini memiliki tekstur yang lembut dan berongga sehingga bisa menyerap air, bahan ini biasanya sebagai pengganti rockwool jika rockwool sulit didapat, namun jangan khawatir busa juga mampu berfungsi memberikan asupan air dan oksigen ke akar tanaman meskipun tak sebagus rockwool, oke silahkan bisa dicoba deh pake busa.





5. Perlite

Perlite bentuknya seperti pasir kasar berwarna putih seperti kaca, karena terbentuk dari kaca vulkanik amorf perlite memiliki kandungan air yang relatif tinggi, biasanya dibentuk oleh hidrasi obsidian, yang sangat baik untuk mepercepat pertumbuhan tanaman. Bahan ini mudah diaplikasikan ke tanaman kangkung atau juga bisa untuk hidroponik buah sistem tetes.





6. Hidroton

Media tanam ini berbentuk bulat berwarna cokelat agak orange sedikit, hidroton terbuat dari tanah liat diproses dengan suhu tinggi dan berbentuk bulat berpori sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman. Hidroton banyak digunakan untuk hidroponik buah dengan sistem tetes.






7. Vermiculite

Bentuk media tanam ini seperti pasir kasar hampir sama dengan perlite tetapi bahan ini terbuat dari sekelompok mineral dari mika silikat hydrous, seperti halnya perlite dan hidroton, vermiculite baik digunakan untuk pertumbuhan tanaman hidroponik bisa digunakan untuk hidroponik buah maupun hidroponik tanaman bunga hias.





8. Hidrogel
Hidrogel berbentuk bulat bening seperti kristal warna warni merupakan kristal polimer yang berfungsi menyerap dan menyimpan air dan nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar. Hidrogel dapat terurai melalui pembusukan oleh mikroba sehingga produk ini aman digunakan. Hidrogel biasanya digunakan untuk tanaman hias indoor karena memiliki warna dan bentuk yang indah apabila dipadukan dengan tanaman hias, jika ingin menggunakan media tanam ini bisa dibeli di onlinestore atau marketplace harganya juga tidak terlalu mahal kan yang penting memperindah ruangan.


Tips : untuk penggunaan media tanam hidroponik carilah media tanam yang murah dan tersedia dilingkungan anda, misalnya seperti arang sekam dan rockwool dengan media tanam ini kita bisa memulai berhidroponik dengan mudah. (Hidroponik Mudah).

Kamis, 01 Agustus 2019

Pengertian, Keuntungan, dan Macam-macam Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas. Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah.

Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman. Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Keuntungan/keunggulan teknik hidroponik adalah :
  • Tidak membutuhkan tanah
  • Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
  • Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
  • Steril dan bersih
  • Media tanam dapat digunakan berulang kali
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Tanaman tumbuh lebih cepat
  • Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

Macam-macam hidroponik :
  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique), DFT (Deep Flow Technique)
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Run to waste
  • Deep water culture
  • Bubbleponics
  • Bioponic

sumber : https://id.wikipedia.org/

Jumat, 19 Juli 2019

Teknis Budidaya Cabai Teknologi NASA

🌱 Persiapan Media Semai 🌱


Campurkan ± 1-2 pack Natural GLIO dalam ± 25-50 kg pupuk kandang, lalu peram ± 1-2 minggu
sebagai bahan campuran media semai
Komposisi media semai yang akan digunakan terdiri atas tanah, pupuk kandang dan pasir
dengan komposisi sebanding (1:1:1)

🌱 Pembibitan Cabai 🌱
Kebutuhan benih cabe sekitar 10-11 sachet/ha
Lakukan perendaman benih dengan larutan ± 2-4 cc POC NASA /liter air hangat selama ± 2 jam Tiriskan dan peram ± 2-4 hari, benih yang berkecambah segera disemaikan
Semprotkan POC NASA ± 2-4 tutup botol/tangki pada bibit usia 7 dan 14 hss (hari setelah semai)


🌱 Pengolahan lahan dan Pemupukan Dasar 🌱
Taburkan pupuk kandang (± 5-10 ton/ha) dan Dolomit (± 200-300 kg/ha) di lahan Lakukan olah tanah
Buat bedengan (tinggi ± 40 cm dan lebar ± 100 cm) dengan drainase yang cukup
Campurkan SUPERNASA sebanyak 3-6 kg/ha bersama pupuk TSP ± 150 kg/ha) lalu taburkan secara merata di bedengan. Kemudian tebarkan GLIO (yang sudah dicampur pupuk kandang) ke permukaan bedengan (aplikasi ± 1 minggu sebelum tanam)
Tutup bedengan dengan mulsa.


Jumat, 05 Juli 2019

Pestisida Organik

Salah satu pestisida organik adalah pestisida organik BJT (Bawang Jahe Tembakau). Tidak perlu buru-buru bertanya di mana membelinya, Anda sendiri pun bisa membuatnya. Berikut cara membuat pestisida organik BJT :

🍃 Alat dan bahan yang diperlukan :🍃
✔ Tembakau 1 ons
✔ Jahe 1 ons
✔ Bawang putih 1 ons
✔ Air 5 liter
✔ Blender


🍃 Cara Pembuatan : 🍃
  1. Untuk membuat pestisida organik langkah pertama yang Anda lakukan adalah menghaluskan jahe dan bawang putih. 
  2. Campurkan tembakau dalam adonan dan tuangkan semua adonan ke wadah bertutup. Tuangkan air ke dalam wadah, kemudian tutup rapat dan simpan selama 48 jam.
  3. Setelah itu, pestisida dapat langsung digunakan pada tanaman yang terserang hama penyakit.
  4. Aplikasikan pestisida pada saat sore hari, encerkan 1 liter pestisida organik untuk 15-20 liter air. 
  5. Lakukan secara berkala setiap minggunya hingga tanaman terhindar dari hama dan penyakit. Jika tanaman terserang hama yang cukup parah, Anda dapat memberikan pestisida organik setiap 2—3 hari sekali.
Sumber : grup wa agrokomplek nasa 11

Senin, 01 Juli 2019

Silase

Silase adalah salah satu teknik pengawetan pakan hijauan. Silase umumnya dibuat dari tanaman rerumputan (dari suku Gramineae), termasuk juga jagung, sorghum, dan serealialainnya dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman, tidak hanya biji-bijiannya. Silase juga bisa dibuat dari hijauan kelapa sawit, singkong, padi, rami, dan limbah pasar. Silase dapat dibuat

dengan menempatkan potongan hijauan di dalam silo, menumpuknya dengan ditutup plastik, atau dengan membungkusnya membentuk gulungan besar (bale). 

Cara pembuatan Silase
  1. Hijauan dipotong-potong dengan ukuran 5-10 cm.
  2. Siapkan adonan untuk fermentasi, yaitu air ditambah dedak atau bekatul, tetes tebu, gaplek dan starter bakteri yang bisa menggunakan TANGGUH PROBIOTIK NASA dengan dosis 2 tutup untuk 100 kg bahan pakan. Aduk adonan ini secara merata.
  3. Campurkan adonan tadi dengan hijauan yang sudah dicacah secara merata hingga seluruh bagian hijauan terkena larutan adonan.
  4. Simpan hijauan yang sudah tercampur dengan adonan dalam wadah yang tertutup rapat hingga udara tidak bisa kelua masuk.
  5. Penyimpanan dilakukan selama 1 minggu hingga 21 hari.
  6. Setalah proses fermentasi selesai pakan dibuka dan dicek hasilnya. Apabila proses berhasil yang ditandai dengan pakan berbau asam dan tidak adanya jamur maka pakan sudah bisa diberikan. Sisa pakan yang belum habis bisa diberikan sesuai kebutuhan ternak.

Manfaat Silase


  • Selama fermentasi, bakteri yang berperan di dalamnya bekerja pada kandungan selulosa dan karbohidrat pada pakan untuk menghasilkan asam lemak volatil seperti asam asetat, propionat, laktat, dan butirat. Keberadaan asam lemak menurunkan pH sehingga menciptakan lingkungan di mana bakteri perusak tidak bisa hidup. Sehingga asam lemak volatil berperan sebagai pengawet alami. Pengawetan ini merupakan hal yang penting dilakukan ketika pakan hijauan tidak tersedia di musim dingin.
  • Ketika melalui proses fermentasi, selulosa dari hijauan pecah sehingga ketika dimakan oleh hewan ternak, jalur pencernaan pada perut ruminansia menjadi lebih singkat sehingga mempercepat penyerapan nutrisi.
  • Beberapa organisme pelaku fermentasi memproduksi vitamin, seperti lactobacillus yang menghasilkan asam folat dan vitamin B12.
  • Silase dapat ditambah dengan berbagai bahan seperti bekatul selama proses pembuatannya, untuk menambah nutrisi dan memperbaiki karakteristik fisik dan kimiawi silase.
  • Fermentasi menghasilkan panas, karena energi kimia dari pakan hijauan digunakan oleh bakteri untuk melakukan fermentasi. Sehingga kandungan energi silase umumnya lebih rendah daripada hijauan. Namun kekurangan ini dapat diabaikan mengingat begitu banyaknya manfaat silase. Selain itu, dengan pecahnya selulosa, energi yang digunakan hewan ruminansia untuk mencerna silase menjadi lebih sedikit.

Jumat, 21 Juni 2019

🐮 STRAWMIX 🐮

Bahan :
3 kg jerami kering
1 kg bekatul
200ml molases
air secukupnya
(boleh ditambahkan 1 tutup viternas dan 1 tutup tangguh probiotik)


Alat :
Timbangan, untuk menimbang bahan
parang/pisau, untuk mencacah jerami
alas plastik, untuk alas mencampur semua bahan
ember, untuk tempat jerami dan straw mix yang sudah jadi
Cara membuat :
  1. Menimbang semua bahan yang digunakan
  2. Mencampur semua bahan, pertama jerami di campur dengan bekatul kemudian di percikkan 3. molases yang sudah di campur air secukupnya, sampai adonan tercampur rata
  3. Straw mix sudah jadi dan siap diberikan kepada ternak
Kelebihan dan kekurangan straw mix :
Kelebihan straw mix adalah meningkatkan nilai gizi yang terkandung dalam jerami, meningkatkan daya cerna dan meningkatkan palatabilitas.

Kekurangan straw mix adalah tidak tahan lama. Apabila straw mix dibuat pagi, maka sebaiknya sore hari sudah habis.

Selasa, 18 Juni 2019

Kita Suka Tani

Selamat datang di blog Kita Suka Tani,
Blog ini didedikasikan untuk siapa saja, dari semua kalangan, khususnya para pejuang pangan yakni petani.
Kenapa memilih alamat blog Kitasukatani..?
Karena secara alami, kita semua pada dasarnya suka bertani, walaupun pada akhirnya banyak dari kita yang tidak mau jadi petani, dengan berbagai ragam alasan, dan yang paling klasik adalah karena kotor.
Nah disini kita bisa sharing, berbagi ilmu mengenai pertanian, salah satunya dengan menggunakan teknik hidropnonik, jadi buat kita yang alergi dengan kotor, bisa coba teknik ini dari sekarang.
Jangan malu jadi petani 𝓕