Sabtu, 24 Agustus 2019

Benih dan Penyemaian

Cara Semai Bibit atau Benih Tanaman , merupakan tahap awal dari proses berkebun, menanam, bertani dan semacamnya adalah mempersiapkan bibit atau benih unggul untuk disemai. Bibit unggul namun perlakuan dalam menyemainya kurang bagus akan mengakibatkan hasil tanaman yang kurang bagus dari segi pertumbuhan maupun hasilnya.

Disini akan kami ulas cara semai bibit atau benih tanaman menggunakan media tanam rockwool untuk ditanam dengan sistem hidroponik. Cara Semai benih atau bibit tanaman dengan langkah-langkahnya serta tips untuk mempercepat semai

Berikut adalah cara semai bibit atau benih tanaman dengan media rockwool (gambar courtesy Mbak Fatmawat Auw):


  1. Siapkan media tanam Rockwool, potong-potong rockwool seperti tahu sumedang atau sekitar 2.5 x 2.5 x 2.5 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan Anda, untuk dipakai dinetpot, gelas bekas atau media lain. Kemudian basahi rockwool dengan air secukupnya, sekedar basah, jangan terlalu basah.
  2. Basahi semua rockwool yang akan digunakan sebagai media semai, media tanam tanaman dan letakkan di baki ataupun di gully semai dan susun rapi.
  3. Buatlah lubang di Rockwool menggunakan tusuk gigi atau paku atau tools lain atau silakan disesuaikan dengan kebutuhan atau besar benih tanaman.
  4. Siapkan benih yang akan ditanam secukupnya, ambil benih menggunakan tusuk gigi yang telah dibasahi atau memakai tools sesuai ketersediaan ditempat Anda
  5. Masukkan benih/bibit tanaman kedalam lubang yang telah dibuat di langkah (3) tadi, usahakan benih jangan terlalu dalam masuk ke dalam media tanam, cukup dipermukaan dan terkena basah untuk proses imbisisi. Usahakan penempatan benih sesuai serat rockwool, sehingga akar akan mudah mencari jalan
  6. Usahakan jumlah lubang semai disesuaikan dengan ukuran tanaman nanti jika dewasa. Misalkan untuk tanaman kangkung dan bayam, yang cenderung vertical pertumbuhannya, dalam satu rockwool bisa dibuat 4-6 lubang semai, untuk tanaman selada, sawi, pakcoy, siomak yang cenderung horisontal atau melebar pertumbuhannya, dalam satu rockwool cukup dibuat 1 lubang semai, ataupun tanaman dengan pertumbuhan berupa batang maupun tunas seperti cabe/cabai, paprika, tomat, seledri, parsley, strawberry, melon dan semangka cukup dibuat 1 lubang semai dalam satu rockwool.
  7. Simpan bibit benih tanaman yg sudah disemai ditempat yg sejuk (jauh dari sinar matahari), sekitar 1 – 4 hari akan terlihat benih pecah/sprout/tunas (ditandai warna putih), lama sproutnya benih tergantung jenis tanaman. Jika benih tanaman sudah sprout langsung pindah ke tempat yang mendapatakan sinar matahari minimal 6 jam sehari.
  8. Setelah benih tanaman muncul daun hijau sekitar 3 atau 4 daun, umumnya sekitar 10-14 hari dari semai benih tanaman bisa dipindahkan ke sistem hidroponik yg kita rencanakan.

Berikut beberapa tambahan tips sukses Cara Semai Bibit atau benih tanaman:
Untuk mempercepat atau merangsang sprout lebih cepat, bisa digunakan zat perangsang tumbuh (ZPT), Giberilin Acid (GA3) ataupun rendaman air bawang merah.
Saat semai sudah bisa digunakan nutrisi AB Mix dengan pekatan atau nilai ppm lebih rendah. misal pada masa pertumbuhan (vegetatif) tanaman membutuhkan nilai ppm sekitar 1000 ppm, maka saat semai gunakan ppm setengahnya atau sekitar 500 ppm
Semprot semaian menggunakan sprayer pagi dan sore untuk menjaga kelembaban dan mencegah kekeringan
Gunakan tutup plastik transparan atau UV, untuk menghindari rusaknya semaian saat musim hujan ataupun terkena terpaan angin besar.

Demikian Cara Semai benih atau bibit tanaman, Semoga Sukses, Semoga Barokah. 🙏

sumber : http://kebunhidroponik.net/blog/

Jumat, 23 Agustus 2019

Nutrisi Hidroponik AB Mix

Nutrisi Hidroponik merupakan pupuk Hidroponik yang mengandung semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang berupa :
Makro Element :  Nirogen (N), Kalsium (Ca), Fospor (F), Magnesium (Mg), Sulfur (S).
Mikro Element :  Besi (Fe), Boron (B), Mangan (Mn), Kopper (Cu), Malibdenum (NaMo). Adapun H, C dan O didapat dari Udara dan Air

Nutrisi Hidroponik yang beredar dipasaran terdiri dari Larutan Stok A dan Larutan Stok B, atau biasa disebut Larutan AB Mix (dijual sudah dalam satu paket A dan B). Dari kegunaannya Nutrisi Hidroponik AB Mix dibedakan menjadi Nutrisi Hidroponik Umum dan Nutrisi Hidroponik Khusus.

Nutrisi Hidroponik Umum 
Dibuat untuk dapat digunakan pada seluruh jenis tanaman. Di pasaran Nutrisi Hidroponik Umum terbagi menjadi dua, yang pertama Nutrisi AB Mix Sayur (untuk berbagai jenis sayuran seperti sawi, pakcoy, kangkung, bayam, kailan, selada, dll) dan yang kedua adalah Nurisi AB Mix Buah (untuk berbagai tanaman buah seperti cabe/lombok, tomat, dll)

Nurisi Hidroponik Khusus 
Dibuat khusus untuk tanaman tertentu (namun terkadang bisa juga dipergunakan tanaman jenis lainya). Semisal Nutrisi AB Mix Cabe (untuk tanaman cabe), Nutrisi AB Mix Tomat (untuk tomat), Nutrisi AB Mix Pakcoy (untuk tanaman pakcoy), dll.

Contoh produk pupuk/nutrisi AB Mix dipasaran yang banyak dijual adalah Goodplant, Hidro J, dan pupuk paketan buatan kelompok atau grup hidroponik di Indonesia serta nutrisi hidroponik buatan Fakultas Pertanian Universitas didaerah masing-masing.

Pupuk AB – MIX diformulasikan khusus untuk Hidroponik, menggunakan bahan bermutu yang larut 100% dalam air. Mengandung unsur-unsur makro serta unsur-unsur mikro yang baik untuk tanaman.

Cara Membuat Larutan Stok AB mix 500 mL:
  1. Siapkan 2 gelas ukur minimal 500 mL
  2. AB mix dibuka dengan gunting, isi dua bungkus, A & B
  3. Isi gelas ukur dengan air setengah penuh (jangan langsung 500 ml)
  4. Masukkan isi bungkus A ke gelas ukur A
  5. Masukkan isi bungkus B ke gelas ukur B
  6. Aduklah masing-masing wadah hingga tercampur semua
  7. Penuhi masing-masing gelas sampai penuh 500 mL
  8. Simpan masing-masing larutan stok, dalam wadah terpisah bisa gunakan botol air mineral
  9. Simpanlah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung
  10. AB mix siap digunakan, 500 mL bisa Menjadi Larutan Siap Pakai 100 liter


WARNING : Jangan sekali-kali menggabungkan kedua larutan ini karena dapat menyebabkan pengendapan/mengkristal dan tidak dapat digunakan

Cara penggunaan/Pengaplikasian Larutan :
Masukan 5 ml larutan A kedalalam 1 liter Air (aduk hingga rata), Tambahkan 5 ml larutan B (aduk hingga rata)

Catatan : Jangan sekali-kali langsung menggabungkan larutan A dengan larutan B karena dapat menyebabkan pengendapan/pengkristalan. Ikuti langkah diatas!!! campurkan dulu larutan A dengan air, aduk hingga rata lalu baru masukan larutan B dan aduk hingga rata. Larutan sudah siap untuk digunakan pada tanaman.


Sumber : Aplikasi Belajar Hidroponik